PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDER) DALAM LINGKUNGAN BISNIS
TUGAS BESAR I
Tujuan Bisnis, Sumber Daya, Pemangku Kepentingan,
Dan Lingkungan Bisnis
Disusun Oleh:
Alfh Ftrynnstn
432211*****
Dosen:
Fitria Nursanti SE., MPd
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAN BISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
Sebutkan dan jelaskan macam-macam laporan sistem informasi manajemen!
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sekelompok atau sekumpulan proses dimana data dapat diolah, dianalisis, dan ditampilkan supaya data tersebut menjadi berguna untuk kebutuhan pengambilan suatu keputusan. Sistem ini merupakan alat yang sangat berguna untuk menunjang dan mengendalikan operasi perusahaan.
Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengumpulkan dan mengatur semua data dari berbagai tingkat perusahaan, meringkas, kemudian memfasilitasi dan meningkatkan kualitas dari pengambilan keputusan untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas sebuah perusahaan.
Sistem ini berbasis komputer dan dapat berupa lembar excel atau platform yang lebih kompleks. Selain itu data dapat diakses dan diolah secara internal maupun eksternal. Sehingga, sistem informasi yang digunakan lebih efisien dan produktif.
Pada umumnya, sistem informasi manajemen digunakan untuk menyimpan data dan membuat laporan yang akan digunakan oleh profesional bisnis sebagai analisis dan membuat keputusan. Berikut setidaknya terdapat tiga jenis laporan yang dihasilkan dari SIM:
1. Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan, bulanan, kwartalan, dan sebagainya.
- Laporan ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data/informasi.
- Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul kalau terjadi keadaan yang tidak normal. Laporan ini hanya muncul kalau keadaan yang diminta terpenuhi.
- Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untuk di bandingkan.
- Real-Time atau dapat diartikan bahwa laporan tersebut dapat dimonitoring secara langsung. Dengan laporan jenis real – time ini juga dapat meningkatkan produktivitas dari bisnis yang anda jalankan.
- Ad-Hoc adalah Laporan yang hanya dibuat satu kali oleh pengguna untuk menjawab pertanyaan. Jika laporan tersebut berguna, maka anda dapat mengubah laporan tersebut menjadi laporan terjadwal. Laporan jenis ini hanya bisa digunakan sekali dan berfungsi untuk membuat laporan dalam jangka waktu yang pendek.
- Dijadwalkan merupakan laporan yang dibuat secara berkala. Laporan terjadwal memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengelola data secara berkala dari waktu ke waktu. Pemohon telah menyediakan untuk menarik dan mengatur data.
Sebutkan dan beri penjelasan Sebutkan 5 Aspek Sistem Informasi Manajemen?
Secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. Baskerville dan Myers berargumentasi bahwa SIM sudah saatnya menjadi sebuah disiplin ilmu secara mandiri. Davis menawarkan konsensus, bahwa setidaknya terdapat lima aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM :
1. Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem informasi, dan seterusnya.
2. Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan seterusnya.
3. Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan seterusnya
4. Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya.
5. Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan seterusnya.
Sebutkan sistem – sistem informasi yang termasuk dalam kumpulan dari Sistem Informasi Manajemen !
Sistem informasi manajemen memiliki pengertian yang sangat luas, sehingga dapat dikategorikan dalam sebuah sistem, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Bussiness Intelligence System (BIS). Kategori ini biasanya akan digunakan oleh perusahaan yang membuat sistem keputusan bisnis berdasarkan pengumpulan, integrasi, dan analisis data serta informasi yang berhasil dikumpulkan
2. Executive Information System (EIS). Manajemen tingkat senior lebih sering menggunakan EIS untuk membantu dalam membuat keputusan untuk mempengaruhi organisasi. Hal yang perlu dipersiapkan oleh eksekutif adalah data dengan tingkat akurasi yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk membaca data secara tepat dan akurat.
3. Relationship Management (CRM). CRM menyimpan berbagai informasi mengenai pelanggan, meliputi penjualan, informasi kontak, serta peluang pendapatan yang diperoleh. Departemen pemasaran, layanan pelanggan, business analyst, dan tim penjualan akan sering untuk menggunakan sistem CRM.
4. Sales Force Automation System (SFA). Komponen khusus dari sistem SFA ini mampu untuk mengotomatisasikan banyak tugas yang dilakukan oleh tim atau departemen penjualan
5. Financial Accounting System (FAS), Untuk kategori ini dikhususkan bagi tiap departemen yang bergerak di bidang akuntansi dan keuangan. Contoh tugas yang dilakukan adalah menghitung hutang dagang (AP) dan piutang dagang (AR).
6. Knowledge Management System (KMS). Sebuah layanan pelanggan dapat memanfaatkan KMS untuk menjawab setiap pertanyaan, serta memberikan solusi dari permasalahan yang ada.
7. Marketing Information System (MkIS). Tim pemasaran (marketing) menggunakan MkIS untuk dapat melaporkan efektivitas dari proses pemasaran yang telah dilakukan. Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai data yang dapat dianalisa untuk membantu marketing di masa yang akan datang.
8. Supply Chain Management System (SCM). Contoh perusahaan yang menggunakan SCM adalah bisnis retail dan manufaktur, yang mana digunakan untuk melacak aliran sumber daya, bahan dan layanan mulai awal pengembangan hingga proses pengiriman atau distribusi produk.
9. Transaction Processing System (TPS). Point of Sale (POS) juga termasuk ke dalam TPS, dimana sistem tersebut dapat memungkinkan wisatawan dapat mencari hotel atau tempat penginapan secara cepat dan berkualitas
10. Human Resource Management System (HRMS). Kategori yang terakhir ini, digunakan untuk melakukan pencatatan kinerja dari karyawan, serta menyusun laporan data gaji pegawai.
Berikut merupakan contoh dari sistem informasi manajemen untuk bisnis yang anda kembangkan:
1. Interprise Resource Planning (ERP). Untuk sistem ini sangat sering digunakan oleh perusahaan besar.ERP sendiri digunakan untuk memanajemen dan mengelola data yang terintegrasi antar unit dalam perusahaan.
2. Supply Chain Management (SCM). Sistem ini sangat bermanfaat bagi pihak manajemen untuk melakukan integrasi data.
3. Transaction Processing System. Sistem yang selanjutnya adalah TPS yang berfungsi untuk melakukan proses data dalam jumlah besar serta transaksi yang besar dan dilakukan secara rutin.
4. Office Automation System (OAS). Sistem yang keempat adalah OAS yang digunakan untuk mempermudah dan memperlancar komunikasi antar departemen dalam satu perusahaan
5. Informatic Management System (IMS). Dalam sistem ini mendukung proses spektrum tugas dalam organisasi. Yang dimaksud spektrum disini adalah menggabungkan beberapa tugas menjadi satu dan saling terintegrasi.
6. Knowledge Work System (KWS). Sistem yang satu ini lebih mengarah dalam hal mengintegrasikan pengetahuan baru ke dalam sebuah organisasi atau entitas. Pengetahuan maksudnya adalah sebuah hal baru yang dapat meningkatkan produktivitas dalam bisnis yang anda jalankan.
7. Group Decision Support (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS). GDSS sendiri merupakan sistem yang berfungsi untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan yang diperoleh melalui pengumpulan pengetahuan dalam kelompok dan tidak bersifat individu.
8. Expert System (ES) dan Article Intelligent (AI). Dalam sistem ini sedikit berbeda dengan sistem yang lain, karena penerapannya menggunakan kecerdasan buatan. Fungsi dari sistem ini adalah dapat menganalisis permasalahan dengan bantuan tenaga ahli yang telah diprogram sebelumnya
9. Executive Support System (ESS). Pada sistem ini cenderung menguntungkan pada seorang manajer. Karena ESS mampu membantu manajer dalam membantu berinteraksi dengan lingkungan perusahaan. Interaksi tersebut dapat berupa bantuan grafik dan alat komunikasi lainnya.
10. Decision Support System (DSS). Untuk sistem terakhir ini sangat membantu seorang manajer dalam mengambil sebuah keputusan dengan cara mengamati lingkungan di dalam perusahaan. Pengamatan disini sangat penting agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan produktivitas.
1. Pilihlah 10 perusahaan cari tahu apa tujuan khususnya dalam bebisnis
2. Dengan 10 perusahaan tersebut cari tau tentang stake holder primer dan sekundernya. Jelaskan secara singkat saja apa fungsi mereka (secara garis besar saja)
1. Shopee
Zaman sekarang siapa yang tidak kenal aplikasi belanja online Shopee ini? Shopee merupakan platform marketplace yang sangat digemari dan menjadi aplikasi belanja favorit oleh berbagai kalangan terutama para ibu rumah tangga. Tujuan khusus dari dibentuknya platform ini ialah agar bisa menjadikan kekuatan transformatif teknologi guna mengubah dunia menjadi lebih baik dengan menyediakan platform yang bisa menghubungakan penjual dan pembeli dalam satu komunitas. Target pasar mereka adalah pengguna internet di semua wilayah dengan cara menyediakan pemenuhan kebutuhan atau produk, komunitas sosial, dan layanan yang oke. CEO Shopee Chris Feng menyetakan basis konsumen Shopee di Indonesia didominasi kelompok usia 15-25 tahun. Beliau juga menegaskan bahwa kalangan milenial merupakan mayoritas stakeholder primer aplikasi ini. Sedangkan untuk stakeholder sekunder Shopee adalah investor dan owned media.
2. Pertamina
Pertamina sebuah perusahaan BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Tujuan dari Perusahaan Persero ini adalah untuk mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan secara efektif dan efisien serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dalam paparannya Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan stakeholders primer Pertamina adalah seluruh rakyat Indonesia dan Dinas Pertanian. Stakeholder sekunder Pertamina ialah rekan media.
3. Gojek
Gojek merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Aplikasi ini merupakan produk dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. PT Go-jek Indonesia mempunyai tujuan untuk menghubungkan ojek dengan penumpangnya. Dengan mendapatkan penumpang dengan lebih mudah, cepat dan efisien maka para ojek semakin produktif sehingga diharapkan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Stakeholder dari perusahaan ini antara lain Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group yang merupakan para pemegang saham. Gojek memiliki stakeholder primer dan sekunder ialah para konsumen dan para investor.
4. Samsung
Siapa yang tidak kenal Samsung? Saya yakin semua orang pasti pernah menggunakan produk Samsung ini. Samsung adalah perusahaan elektronik multinasional asal Korea Selatan. Banyak produk dari perusahaan ini yang sudah canggih, mulai dari handphone, peralatan elektronik, hingga peralatan rumah tangga yang sudah banyak dikenal masyarakat. Tujuan Samsung adalah mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya. Stakeholder dari perusahaan Samsung ini termasuk pelanggan, pemegang saham, karyawan, mitra bisnis dan masyarakat lokal hingga masyarakat internasional.
5. PT Indofood
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman. Banyak produk makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari dengan label PT Indofood ini. Mulai dari mie instan, air mineral, sirup, makanan bayi, hingga snack. Tujuan khusus dari PT Indofood ini ialah untuk memperluas bidang usaha secara terus menerus melalui bidang internal maupun pengembangan usaha strategis. Stakeholder dari perusahaan ini adalah owner perusahaan yaitu keluarga Sudono Salim dibawah Salim Group, manajer yaitu Anthony Salim sebagai CEO Salim Group, serta karyawan PT Indofood dengan total karyawan sekita 62 ribu karyawan dan para konsumen.
6. Unilever
PT. Unilever Indonesia Tbk bergerak dalam bidang manufaktur, pemasaran dan distribusi barang konsumsi. Unilever ini merupakan label untuk brand-brand ternama dunia, seperti Pepsodent, Lifeboy, Wall’s, Bango, dan lain sebagainya. Unilever berupaya untuk menjadi perusahaan yang terpercaya dan bertanggung jawab terhadap masyarakat serta beroperasi sebagai bagian integral dari masyarakat. Unilever bertujuan untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat baik melalui brand dan kegiatan. Stakeholder dari PT Unilever ini dibagi menjadi dua yaitu dari pihak internal (presiden direktur Unilever) dan pihak eksternal (nasabah, pemerintah, investor, dan competitor).
7. Gudang Garam
PT Gudang Garam Tbk adalah sebuah merek/perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia yang terpopuler. Gudang Garam sudah terkenal luas baik di dalam negeri maupun mancanegara sebagai penghasil rokok kretek berkualitas tinggi. Produk Gudang Garam bisa ditemukan dalam berbagai variasi, mulai sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM). Bagi Anda para penikmat kretek sejati, komitmen kami adalah memberikan pengalaman tak tergantikan dalam menikmati kretek yang terbuat dari bahan pilihan berkualitas tinggi. Tujuan PT Gudang Garam ini untuk menyediakan produk-produk yang inovatif bermutu tinggi yang memenuhi bahkan melebihi harapa konsumen sekaligus memberikan manfaat bagi para stakeholder perusahaan. Stakeholder PT Gudang Garam ialah para pemegang saham dan juga para konsumen rokok.
8. PT Astra Internasional
PT Astra Internasional adalah perusahaan yang menawarkan perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. Nilai kapasitas pasar Astra akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp 244 triliun. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan sepeda motor dan mbil, jalan tol, printer, hingga layanan pembiayaan, perbankan dan asuransi milik Astra. Tujuan khusus PT Astra Internasional ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang pada aspek komersial bisnis dan sumbangsih non bisnis melalui program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan dibidang pendidikan, lingkungan, pengembangan UKM serta kesehatan. Stakeholder perusahaan ini tentulah para pemegang sahamnya.
9. PT Bank Central Asia
Zaman sekarang orang-orang pasti lebih memilih pembayaran dengan menggunakan online melalu smartphone mereka. Salah satunya yaitu transfer antar bank yang sangat mudah dengan hanya mengkliknya saja melalu smartphone.
Tujuan khusus PT BCA ini untuk membangung institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan, memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah, dan meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA. Stakeholder primer dan sekunder PT BCA adalah para investor, karyawan, costumer, vendor, dan media.
10. PT Kereta Api Indonesia
PT Kereta Api Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT KAI meliputi angkutan penumpang dan barang. Tujuan PT. Kereta Api Indonesia Persero Tujuan perusahaan adalah untuk turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasioanal khususnya di bidang transportasi. Stakeholder PT KAI ini yang utama adalah para pengguna layanan PT KAI dan juga direktur utama serta para karyawan.3. Studi kasus Bentuk Kepemilikan Bisnis
Jeffrey Mc Bonne dan Sarah Alley sudah bersahabat sejak lama. Akhirnya mereka memutuskan untuk mendirikan perusahaan bersama. Namun mereka belum yakin bentuk kepemilikan dan pengendalian bisnis seperti apa yang sebaiknya digunakan. Jeffrey ingin menginvestasikan tabungannya sebesar $50.000, namun ia tidak ingin menjalankan peranan yang aktif dalam pengelolaan sehari-hari. Sedangkan Sarah mempunyai inisiatif, suka memasak, banyak resep pizza dan kue. Mereka membeli restaurant pizza yang sudah berjalan dan di jual dengan harga $75.000. Sarah meyakini bahwa membeli bisnis yang sudah berjalan akan memberikan bebreapa keuntungan. Ia suka ide Jeffrey yang ingin menjadi pemilik pasif sehingga kendali penuh operasi bisnis pizza dan kue tersebut berada di tangannya.
Pertanyaaan:
1. Bentuk Kepemilikan bisnis apakah yang akan anda rekomendasikan untuk bisnis mereka?
Bentuk kepemilikan bisnis yang cocok dari kasus tersebut ialah bentuk Persekutuan Terbatas, karena terdapat seorang sekutu terbatas, dalam hal ini Jeffrey Mc Bonne yang hanya menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan dan tidak menjalankan perusahaan tersebut. Semetara Sarah Alley yang menjalankannya karena memiliki kemampuan dan keteramapilan untuk menjalankan usaha tersebut.
2. Apakah bentuk kepemilikan Sarah akan berbeda dengan bentuk kepemilikan Jeffrey? Jelaskan!
Berbeda, karena dalam bisnis tersebut, Jeffrey Mc Bonne merupakan sekutu terbatas yang kewajibannya dibatasi atas uang atau harta yang telah diinvestasikan pada persekutuan, dimana berarti bahwa Jeffrey Mc Bonne hanya sebagai investor dan tidak ikut berperan dalam manajemen, tetapi karena telah berinvestasi maka Jeffrey Mc Bonne akan menanggung kerugian maupun keuntungan yang diperoleh. Sedangkan Sarah Alley adalah sekutu umum dimana sekutu yang mengelola bisnis tersebut, menerima gaji, berbagi keuntungan dan kerugian bisnis, dan memiliki kewajiban yang tidak terbatas.
4. Kasus Pelanggaran PT. TF Jaya
Kasus yang berikutnya ini cukup heboh sebab masyarakat sekitar sampai harus bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk menghentikan serta mencabut perizinan yang dilakukan oleh perusahaan ini. Hal tersebut membuat pihak ini kehilangan citra baiknya selama beberapa waktu dan harus menerima konsekuensi atas pelanggaran yang mereka lakukan.
Contoh kasus pelanggaran etika bisnis yang satu ini bermula ketika PT. TF Jaya yang berencana untuk membangun gudang di daerah Pandeglang dan Serang yang memakan lahan sekitar 32 hektar. Meskipun mereka telah mendapatkan izin dari dinas setempat untuk melakukan hal tersebut, pada praktiknya mereka justru menjadikan tempat itu untuk memproduksi minuman kemasan.
Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Masyarakat pun berubah menjadi jengkel sebab mereka melanggar banyak hal dan membawa kerugian terhadap kehidupan mereka. Pabrik ini telah mengambil sumber mata air yang seharusnya digunakan oleh masyarakat untuk kehidupan sehari-hari.
Selain itu, karena limbah yang dihasilkan oleh kegiatan produksi dari pabrik membawa banyak pencemaran di lingkungan sekitar, amarah masyarakat pun menjadi tidak terbendung. Contoh pelanggaran etika bisnis yang dilakukan oleh perusahaan ini tidak hanya membawa keresahan bagi masyarakat saja, namun juga memberi dampak yang buruk bagi lingkungan sekitarnya.
Pertanyaan:
1. Etika bisnis apa saja yang di langgar oleh perusahaan PT TF Jaya?
PT TF Jaya telah banyak melanggar etika bisnis diantaranya sebagai berikut:
· PT TF Jaya telah diduga memalsukan surat persetujuan masyarakat sekitar dimana surat persetujuan tersebut diklaim sebagai surat pengajuan izin kepada pemerintah daerah.
· Ditingkat perizinan pun PT TF Jaya diduga menyalahi aturan. Dimana lokasi pabrik tersebut merupakan daerah resapan air yang merupakan kawasan lindung geologi dan tidak diperkenankan membangun pabrik diatas lahan tersebut.
· PT TF Jaya telah melakukan eksploitasi sumber mata air yang merupakan sumber kekayaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak terutama masyarakat sekitar.
2. Dari cerita di atas, apa fungsi CSR (Coorporate Service Responsibilitiy ) dari perusahaan tersebut tidak berjalan?
Pelaksanaan Corporate Service Responsibility (CSR) PT TF Jaya dapat dikatakan belum oprimal. Hal tersebut ditandai dengan rendahnya realisasi Corporate Social
Responsibility (CSR) yang hanya melakukan kegiatan pendidikan bahasa inggris. Sementara, banyak kegiatan lain yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kemudian, bantuan modal usaha yang diberikan PT TF Jaya tidak berupa uang tunai atau bantuan fasilitas lainnya yang dapat menunjang kehidupan masyarakat. Realisasi bantuan modal usaha kepada masyarakat hanya dalam bentuk kerjasama dengan koperasi melalui penjualan barang bekas dengan harga lebih murah.Corporate Social Responsibility (CSR) PT TF Jaya yang hanya dilakukan dengan bagi bagi bibit dan kerja bakti membersihkan selokan.
3. Apa bentuk Tanggung Jawab perusahaan untuk memperbaiki kesalahan mereka?
Bentuk tanggung jawab PT TF Jaya atas perbuatan mereka terhadap lingkungan sekitar dimana pabrik itu berada. Mereka melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan perbaikan lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak-anak kurang mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat social dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada disekitar perusahaan tersebut berada.
Daftar Pustaka
https://prezi.com/dayx-tpqff_9/pelanggaran-etika-bisnis-pt-tirta-fresindo-jaya/?frame=ea3e8d1134b4968c39c3e8fd4746f51419d6131d
https://www.google.com/url?samengapa-perusahaan-harus-melakukan-csr&usg=AOvVaw0qEFUVJyhWPaUqceUAs6UP
http://e-journal.uajy.ac.id/2392/3/2KOM03312.pdf
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/261550/MjYxNTUw
https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/download/1648/1258
https://elearning.stiemp.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/contoh-beberapa-perusahaan-yang-melanggar-etika-bisnis.pdf
Komentar
Posting Komentar