Sikap Sarjana yang Profesional dalam Kehidupan Sehari-hari
Nama : Alfhftrynnsstn
Mata Kuliah : Pendidikan Anti Korupsi dan Etik UMB
Dosen : -
Tugas Besar 1
Sikap Sarjana yang Profesional dalam Kehidupan Sehari-hari
Sarjana (S.) adalah gelar akademik yang diberikan kepada lulusan program pendidikan sarjana (S1). Untuk mendapatkan gelar sarjana biasanya dibutuhkan waktu selamat 4 (empat) tahun atau lebih. Seorang sarjana merupakan sosok atau pribadi yang memiliki ilmu pengatahuan yang tinggi serta keterampilan yang tinggi juga. Dimana ilmu pengetahuan serta keterampilan itu digunakan untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat, atau dalam arti lain membangun masyarakat. Eksistensi seorang sarjana tidak hanya dibangun oleh kemampuan intelektual, tetapi ia pun harus melengkapi dirinya dengan attitude (sikap) layaknya seorang sarjana.
Profesional adalah seseorang yang mempunyai profesi atau pekerjaan yang dilakukan dengan memiliki kemampuan yang tinggi serta berpegang teguh kepada nilai moral yang mengarahkan serta mendasari perbuatan. Sikap profesional atau profesionalisme ditunjukkan lewat sikap tanggung jawab pada pekerjaannya serta menaati komitmen yang telah dibuat selama bekerja. Sikap profesional adalah sikap yang penuh tanggung jawab, pantang menyerah, ulet, serta memiliki tanggung jawab yang tinggi.
Sikap sarjana yang profesional adalah orang yang mendapatkan gelar setelah menamatkan pendidikan S1 dan memiliki pekerjaan atau profesi yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya serta memiliki nilai moral, kode etik, dan atitude (sikap) yang baik agar tercipta integritas yang tinggi. Sikap tersebut dibangun melalui visi dan misi yang dimiliki sang sarjana dan menjadi tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya.
Dalam dunia kerja, kita semua dituntut untuk menjadi seorang profesional yang kompeten. Artinya, kita tidak hanya dituntut untuk memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan, tetapi juga dituntut untuk memiliki sikap, perilaku, dan pembawaan diri yang baik, sehingga semua hal ini menjadi nilai tambah bagi kita. Sekaligus perusahaan tempat kita bekerja.
Secara teoritik, seseorang dikatakan profesional apabila dalam dirinya terdapat tiga hal penting, yaitu Skill (keahlian), Knowledge (pengetahuan), dan Attitude (sikap).
Dengan memahami etika diharapkan kita dapat mengembangkan karakter diri, sehingga kita mampu menampilkan kepribadian diri kita dengan baik, lahir dan batin, sesuai dengan kemampuan profesional kita. Karir tidak sama dengan pekerjaan. Dan pekerjaan adalah alat untuk mencapai karir tertentu.
Intinya, seorang sarjana diharapkan mampu berkiprah di masyarakat. Mampu menjadi teladan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Sarjana diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Seorang sarjana diharapkan memiliki sikap profesional.
Contoh dari seorang sarjana yang profesional adalah Ibu Dian Harumi Paramita. Beliau merupakan alumni jurusan Akuntansi Angkatan 2002 Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Saat ini beliau menjabat sebagai Community Manager untuk Google+. Pekerjaannya meliputi business strategy, product management, dan marketing analysis yang ilmunya beliau dapatkan saat menempuh pendidikan SI jurusan Akuntansi di kampusnya.
Ibu Dian Harumi Paramita berpesan, “Kesuksesan itu bisa dicapai, tapi harus melewati anak tangga yang banyak pakunya. Kita ngga bisa ‘naik lift’. Do good and be kind, no matter what! (Berbuatlah baik dan jadilah orang yang baik, apapun yang terjadi!). Punya pendidikan yang baik, sukses, tapi berbuat jahat itu hanya akan membawa keburukan pada dirimu sendiri. Jagalah moralmu serta etikamu, dan selalu belajar karena pengetahuan adalah senjatamu untuk kehidupan yang lebih baik”. (Ibu Dian, Talkshow 2016)
Komentar
Posting Komentar